BERDIRIYA KERAJAAN ISLAM DEMAK

Kerajan Majapahit yang pernah mengalami kejayaan pada masa pemerintahan Prabu Hayam Wuruk dengan Patih Gajah Mada, akhirnya sekitar tahun 1478 mengalami keruntuhan. Sebab runtuhnya Majapahit ialah : 

a. Sesudah Patih Gajah Mada wafat tahun 1364 M, dan Prabu Hayam Wuruk mangkat tahun 1389 M, Majapahit tidak mempuyai pimpinan yang cakap.
b. Perang Paregrek tahun 1401-1406 antara Bhre Wirah Bumi dengan R. Wikrama Wardhana, benar-benar melemahkan majapahit.
c. Perdagangan Majapahit mundur, sebab terdesak oleh perkembangan Malaka.
d. Makin meluasnya pengaruh Islam dalam masyarakat dan berdirinya kerajaan Islam di daerah pantai.

Tahun 1474 M, Raden Patah kembali dari Palembang ke Majapahit yang akhirnya menjadi santri/murid dari R. Rohmat Sunan Ampe. Atas perintah Sunan Ampel tahun 1475 M, Raden Patah mulai melaksanakan dan membuka Madrasah/Pondok Pesantren di desa Glagahwangi (Bintoro), yang pada akhirya Bintoro menjadi pusat ilmu pengetahuan agama, pusat perdagangan dan pusat Kerajaan Islam pertama di Jawa.

Tahun 1478 M. Sunan Ampel wafat setelah bersama-sama para wali mendirikan Masjid Demak. Setelah wafatnya Sunan Ampel, musyawarah para wali tanah Jawa telah memutuskan mengakat dan menetapkan R. Patah sebagai Kholifah. Tahun 1500 M, R. Patah mendirikan Kerajaan Demak.

Kerajan Islam Demak mengalami perkembangan dan menjadi kerajaan besar adalah berkat kepemimpinan R. Patah yang didukung para wali tanah Jawa, sayang hal itu hanya berlangsung singkat, karena pada tahun 1518 M Raden Patah wafat dan diganti oleh putra mahkota yang bernama R. Pati Unus

Tahun 1521 M, Raden Pati Unus wafat dan diganti oleh adiknya yang bernama Sultan Trenggana. Dalam usaha menaklukkan Pasuruan pada tahun 1546 M Sultan Trenggana gugur, yang berakibat terjadinya perebutan kekuasaan diantara keluarga kesultanan. Setelah Jaka Tingkir yang bergelar Sultan Adiwijaya (menantu Sultan Trenggana) naik tahta, kerajaan dipindahkan dari Demak ke Pajang. Dengan demikian berakhirlah Kerajanan Demak, dan berpindahlah dengan Kerajaan Pajang.

Raden Patah adalah menantu Raden Rahmat Sunan Ampel, menikah dengan Dewi Murtasimah dari ibu Dewi Karimah putra dari K. Bang kuning, yang menurunkan :

1. Pangeran Purba (P. Pati Unus )
2. Pangeran Trenggana
3. R. Bagus Sedoleper
4. R. Kenduruhan
5. Dewi ratih

R. Patah Sultan Demak adalah putra R. Kertabumi Brawijaya ke V dengan ibu Dewi Indrawati dari Campa, yang berkuasa tahun 1468-1478 M.

Ada keterangan yang menjelaskan bahwa ibu R. Patah tersebut adalah istri Prabu Brawijaya yang dihadiahkan kepada putranya dari Palembang yang bernama P. Arya Damar.

Pada tahun 1929 Residen Poortman dari negeri Belanda datang ke Indonesia, dan menemukan kronik Sam Po Kong di Semarang yang menyebutkan bahwa ayah dari R. Patah adalah bernama King Ta Bumi (Kertabumi) sedang ayah P. Arya Damar adalah Hyang Wisesa yang menikah dengan Ni Endang Sasmitrapura.

Kesimpulan :
1. Kalau toh P. Arya Damar dari Palembang benar telah menerima hadiah seorang putri Campa dari ayahnya, maka yang dimaksud Prabu Brawijaya ayah Arya Damar adalah Hyang Wisesa.
2. Sedang R. Patah adalah Putra King Ta Bumi (Kertabumi Brawijaya ke V).
3. Jadi R. Patah bukanlah putra yang lahir dari rahim Putri Cina, hadiah Prabu Brawijaya kepada Arya Damar. Sam Po Kong hanya menerangkan bahwa P. Arya Damar (Swan Liong) di Palembang pernah mengasuh dua orang putra Majapahit bernama Jin Bun dan King San (R. Khasan/R. Patah dan R. Khusen.

0 komentar :

Posting Komentar